Tampilkan postingan dengan label Pelajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pelajaran. Tampilkan semua postingan

HUKUM KIRCHOFF II (RANGKUMAN MATERI DAN CONTOH SOAL)

by 09.52

berikut rangkuman materi beserta soal dan pembahasan bab listrik dinamis arus DC sub bab hukum kirchoff 2
Rumus HUKUM KIRCHOFF II

Σε + Σ(I.R) = 0

aplikasi / rumus cepat hukum kirchoff II pada rangkaian dua loop




ka – Ɛki).Rt + (Ɛt – Ɛki ).Rka
Iki =
________________________

Rki . Rka + Rki.Rt + Rka . R t


ki – Ɛt).Rka + (Ɛka – Ɛt ).Rki
It =
________________________

Rki . Rka + Rki.Rt + Rka . R t

keterangan:
I = kuat arus (Ampere)
R = hambatan / resistor (ohm atau Ω )
ε = ggl atau tegangan baterai (V)
ka = kanan
ki = kiri
t = tengah

rumus tegangan jepit:

   V = Σε + Σ(I.R)

V = tegangan jepit (Volt)

atau:


Contoh soal dan pembahasan
1. perhatikan rangkaian listrik satu loop berikut!

jika R1 = 20 ohm, R2 = 30 ohm, R3 = 50 ohm,
ε= 10 V dan  ε= 40 V
hitung:
a. kuat arus yang mengalir pada rangkaian
b. tegangan jepit antara titik c dan d
pembahasan:
a. mencari arus denga hukum kirchoff 2
Σε + Σ(I.R) = 0
ε ε₁ + I.(R1 + R2 + R3) = 0
40 + 10 + I (100) = 0
100 I = 50
I = 0,5 A

b. Tegangan antara titik c dan d

> arus mengalir searah jarum jam karena ggl 2 lebih besar dari ggl 1
> arus mengalir dari d ke c

Vcd = Σε + Σ(I.R)
Vcd = - ε₁ + I. R₂

Vcd = - 10 + 0,5 .30 = -10 + 15 = 5 Volt



2. perhatikan rangkaian listrik dinamis dua loop berikut!

jika R1 = 2 ohm, R2= 3 ohm, R3 = 1 ohm, R4 = 4 ohm dan R5 = 1 ohm
ε1 = 10 V , ε2 = 5 V , ε3 = 3 V

Hitung:
a. arus pada R3
b. Tegangan jepit antara a dan b

rumus cepat hukum kirchoff II pada rangkaian 2 loop



a. Cara cepat hukum kirchoff II dua loop


ki – Ɛt)Rka + (Ɛka – Ɛt ) Rki
It =
_________________________

Rki . Rka + Rki.Rt + Rka . R t

Rki = 2 + 3 = 5 ohm
Rt = 1 ohm
Rka = 4 + 1 = 5 ohm

(10 - 5).5 + (3 – 5 ).5
It =
________________________

5.1 + 5.1 + 5.1


25 - 10
It =
_______________________

15

It = 1 Ampere


b. Tegangan jepit antara titik a dan b

Vab = Σε + Σ(Ι.R)

Vab = 5 + 1.1 =5 + 1 = 6 Volt 

sumber

Rangkaian paralel resistor 3 cabang dan campuran(rangkuman dan contoh soal)

by 09.51

 Cara menentukan besar resistor total atau pengganti, kuat arus dan beda tegangan tiap ujung resistor dan cabang rangkaian resistor campuran seri dan parelel resistor tiga cabang:

  1. Tentukan besar hambatan pada resistor paralel kemudian di seri
  2. Hitung arus total dengan rumus hukum ohm [ V = I . R ]
  3. tentukan besar kuat arus pada resistor yang di rangkai seri [ Iseri = Itotal ]
  4. hitung kuat arus pada tiap cabang resistor paralel dengan perbandingan terbalik
  5. Hitung beda potensial atau tegangan pada tiap tiap resistor dengan rumus hukum ohm [ V = I . R ]
Perhatikan contoh berikut:

Step 1: menghitung R paralel dan seri
1/Rp = 1/2 + 1/3 + 1/6
1/Rp = 3/6 + 2/6 + 1/6
1/Rp = 6/6
Rp = 1

Rs = 1 + 4 = 5

Step 2: menghitung I total
V = I . R
20 = I . 5
I = 4 A

Step 3: menghitung I pada resistor yg dirangkai seri
I4 = Itot
I4 = 4 A

Step 4: menghitung arus tiap cabang resistor paralel dengan perbandingan terbalik

R2 : R3 : R6
1/2 : 1/3 : 1/6
3/6 : 2/6 : 1/6
Sehingga perbandingan
R2 : R3 : R6 = 3 : 2 : 1

Arus pada R 2 ohm
I2 = [ 3/(3+2+1) ] . Itotal
I2 = 3/6 . 4 = 2 A

Arus pada R 3 ohm
I3 = 2/6 . 4 = 8/6 = 4/3 A

Arus pada R 6 ohm
I6 = 1/6 . 4 = 4/6 = 2/3 A

Step 5: menghitung V pada tiap resistor
V4 = I4 . R4 = 4 . 4 = 16 Volt
V2 = I2 . R2 = 2 . 2 = 4 Volt
V3 = I3 . R3 = 4/3 . 3 = 4 Volt
V6 = I6 . R6 = 2/3 . 6 = 4 Volt

Rangkaian seri paralel resistor arus dan tegangan (rangkuman dan contoh soal)

by 09.50

 cara menentukan arus pada rangkaian resistor campuran 1 seri dan 2 paralel yang dihubungkan dengan arus searah / DC:



  • hitung hambatan total, paralel terlebih dahulu kemudian seri
  • hitung arus total dengan rumus hukum ohm
  • Tentukan arus pada rangkaian seri yaitu sama dengan arus total
  • Tentukan arus pada rangkaian paralel dengan perbandingan terbalik
  • Tentukan nilai tegangan tiap resistor dengan rumus V = I . R


  • Konsep hukum kirchoff I pada rangkaian seri paralel

    1. Rangkaian seri
    Rs = R1 + R2 + R3 + .....
    Itot = Iseri = I1 + I2 + I3 + ....
    Vs = I . R atau Vs = V1 + V2 + V3 + ...

    2. Rangkaian paralel 
    I/Rp = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 + ....
    Vp = V1 = V2 = V3 = ....
    Ip = Vp / Rp atau Ip = I1 + I2 + ....

    perhatikan contoh soal berikut:
    contoh soal no. 1


    tentukan besar arus dan beda tegangan / potensial pada tiap resistor!
    Pembahasan :
    - step 1: menghitung hambatan total 
    Rangkaian paralel :
    1/Rp = 1/15 + 1/30
    1/Rp = 2/30 + !/30
    1/Ro = 3/30
    Rp = 30/3 = 10 Ω
    Rangkaian seri:
    Rs = 20 + 10 = 30 Ω

    - step 2: menghitung arus total dengan rumus hukum ohm
    I = V/R
    I = 12/30 = 0,4 A

    - step 3. menggitung arus pada rangkaian seri 20 Ω
    Iseri = Itotal
    I = 0,4 A

    -step 3. Menghitung Arus pada rangkaian paralel dengan perbandingan terbalik 

    Arus pada 15 ohm
    I = 30/(30+15) . Itot = 2/3 . 0,4 = 0,267 A

    Arus pada 30 ohm
    I = 15/45 . Itot = 1/3 . 0,4 = 0,133 A

    - step 4. menghitung perbedaan potensial atau beda potensial tiap tiap resistor dengan rumus hukum ohm

    Beda potensial pada 20 ohm
    V = I . R
    V = 0,4 . 20 = 8 Volt

    Beda potensial pada 15 ohm
    V = I . R
    V = 0,267 . 15 = 4 Volt

    Beda potensial pada 30 ohm
    V = I . R
    V = 0,133 .  30 = 4 Volt

    perhatikan rangkaian seri paralel resistor berikut!
    hitung arus dan tegangan pada tiap ujung ujung resitor

    Pembahasan :
    - step 1: menghitung hambatan total 

    Rangkaian paralel :
    1/Rp = 1/15 + 1/30
    1/Rp = 2/30 + 1/30
    1/Ro = 3/30
    Rp = 30/3 = 10 Ω

    Rangkaian seri:
    Rs = 10 + 20 + Rp = 30 + 10 = 40 Ω

    - step 2: menghitung arus total dengan rumus hukum ohm
    I = V/R
    I = 12/40 = 0,3 A

    - step 3. menggitung arus pada rangkaian seri 10 dan 20 Ω
    Iseri = Itotal
    I₁₀ = I₂₀ = 0,4 A

    -step 3. Menghitung Arus pada rangkaian paralel dengan perbandingan terbalik 

    Arus pada 15 ohm
    I = 30/(30+15) . Itot = 2/3 . 0,3 = 0,2 A

    Arus pada 30 ohm
    I = 15/45 . Itot = 1/3 . 0,3 = 0,1 A

    - step 4. menghitung perbedaan potensial atau tegangan tiap tiap resistor dengan rumus hukum ohm

    Beda potensial pada 20 ohm
    V = I . R
    V = 0,3 . 20 = 6 Volt

    Beda potensial pada 10 ohm
    V = I . R
    V = 0,3 . 10 = 3 Volt

    Beda potensial pada 15 ohm
    V = I . R
    V = 0,2 . 15 = 3 Volt

    Beda potensial pada 30 ohm
    V = I . R
    V = 0,1 .  30 = 3 Volt

    Demikian rangkuman materi dan rumus cara menghitung hambatan resistor total, kuat arus dan perbedaan tegangan tiap tiap resistor pada rangkaian capuran seri dan paralel dua resistor, berikutnya akan kita bahas rangkaian seri dan 3 resistor yang dirangkai paralel

    Momentum Sudut (Rangkuman dan contoh soal)

    by 09.48

     Rumus momentum sudut:

    L = I . ω
    Hukum kekekalan momentum pada gerak melingkar
    L = L'
    I . ω = I' . ω'

    Contoh soal:
    1. Soal un fisika 2019
    Pada saat piringan A berotasi 120 rpm (Gambar l), piringan B diletakkan di atas piringan A (Gambar 2) sehingga kedua piringan berputar dengan poros yang sama



    Massa piringan A = 100 gram dan massa piringan B = 300 gram, sedangkan jari-jari piringan A = 50 cm dan jari-jari piringan B = 30 cm, Jika momen inersia piringan adalah 1/2 m.R², maka besar kecepatan sudut kedua piringan pada waktu berputar bcrsama sama adalah ....
    A. 0,67 π rad. s-l
    B. 0,83 π rad. s-l
    C. 1,92 π rad. s-l
    D. 4,28 π rad. s-l
    E. 5,71 π rad. s-l
    Kunci jawaban: C
    Pembahasan:
    Rumus Hukum kekekalan momentum sudut:

    I1.ω1 + I2.ω2 = I1.ω1' + I2.ω2'

    1/2.m1.R1².ω+0 = (1/2.m1.R1²+1/2.m2.R2² )ω'

    1/2.100.50².120 = (1/2.100.50²+1/2.300.30²).ω'


    15000000 = (125000 + 135000).ω'

    ω' = 1500/26 = 57,7 rpm

    ω' = 57,7 . [2π/60] = 1,92 π rad/s

    2. Usbn 2017

    Perhatikan gambar penari balet berikut!

    Penari balet tersebut berputar dengan tangan terentang pada kecepatan sudut 9 rpm di atas lantai licin dengan momen inersia 6 kg.m2. Kemudian kedua tangannya dilipat menyilang di dada sehingga kecepatan sudutnya menjadi 12 rpm. Momen inersia penari balet pada kondisi akhir adalah ....
    A.    7,0 kg.m2
    B.    6,5 kg.m2
    C.    6,0 kg.m2
    D.    4,5 kg.m2
    E.    3,0 kg.m2
    Jawab : D
    Penyelesaian dan pembahasan :
    L = L'
    I . ω = I' . ω'
    6 . 9 = I' . 12
    I' = 4,5

    Energi Kinetik Rotasi (Rangkuman dan contoh soal)

    by 09.46

     Rumus energi kinetik rotasi

    Ek = 1/2 . I . ω²

    Rumus energi kinetik translasi
    Ek = 1/2 . m . v²

    Rumus saat benda menggelinding (bergerak translasi dan rotasi sekaligus)
    Ek = 1/2 . m . v² +  1/2 . I . ω²
    Atau:
    Ek = 1/2 . m .v² (1 + k)
    dimana k = konstanta momen inersia benda tegar

    Energi mekanik
    EM = m.g.h + 1/2 . m . v² +  1/2 . I . ω²


    Hukum kekekalan energi mekanik EM1 = EM2

    Contoh soal

    1. Soal fisika UN 2018 no.9
    Sebuah silinder pejal (I = ½ MR2 ) bermassa 8 kg menggelinding tanpa Slip padasuatu bidang datar dengan kecepatan 15 m/s . Energi kinetik total silinder adalah 
    A 1.800 J
    B. 1.350 J
    C. 900 J
    D. 450 J
    E. 225 J
    Pembahasan:
    Ek = ½ m. v( 1 + k) = ½ . 8 . 152 (1 + ½) = 4. 225 . 3/2 = 1350 joule
    (keterangan: k adalah koefisien momen inersia benda tegar atau I )


    2. sebuah silinder tipis berongga ( I = M.R2 ) dengan massa 2 kg dan jari - jari 10 cm mrnggelinding dari puncak bidang miring seperti gambar berikut.

    berapakah kecepatan silinder tersebut saat di tanah?

    penyelesaian dan pembahasan:

    dengan rumus energi mekanik, bahwa besar energi mekanik di atas dan di bawah adalah tetap atau sama besar

    EMatas = EMbawah

     m.g.h + 1/2 . m . v² +  1/2 . I . ω² = m.g.h + 1/2 . m . v² +  1/2 . I . ω²

    m.g.h + 1/2 . m . v² ( 1 + k ) = m.g.h + 1/2 . m . v² (1+ k) 

    2 . 10 . 1,6 + 0 = 0 + 0,5 . 2 . v² (1+ 1)

    32 = 2v² 

    v² (1+ k) = 16

    v = √16 = 4 m/s

    demikian rangkuman materi energi Kinetik rotasi, materi ini terdapat pada kelas 11 semester 1 (ganjil) pada bab dinamika gerak rotasi dan kesetimbangan benda tegar

    TORSI / MOMEN GAYA dan (rangkuman materi contoh soal)

    by 09.45

     Torsi atau momen gaya adalah hasil perkalian silang (cross product) antara lengan torsi dan gaya. Torsi merupakan besaran vektor.

    Momen gaya
    rumus torsi:
    Torsi di rumuskan sebagai berikut:
    τ = R x F (baca : R cross F)
    atau:
    τ = R . F . sin θ
    keterangan:
    τ = momen gaya / torsi (m.N)
    F = gaya (N)
    R = lengan torsi atau jarak gaya dari pusat rotasi / poros (m)

    arah torsi: (kaidah tangan kanan seperti like)
    - torsi bernilai positif jika berputar berlawanan arah jarum jam
    - torsi bernilai negatif jika berputar searah jarum jam
    (Catatan: kaidah diatas digunakan agar konsisten dengan arah energi dan momentum sudut untuk materi pengayaan, namun jika hanya untuk soal sederhana banyak yang menggunakan kaidah sebaliknya -searah jarum jam positif dan berlawanan jarum jam negatif- agar lebih mudah saja)

    perhatikan arah gaya berikut!

    Στ = -ττ2τ3τ4τ5τ6
    jika

    F1= F2= F3= F4= F5= F16 = F

    maka
    Στ = - F . 2a . Sin θ+ F . a + 0 + F . a + F . 2a + F . 3a

    contoh soal:
    1. sebuah batang empat buah gaya seperti berikut:

    hitung besar resultan momen gaya sistem saat diputar dngan poros seperti gambar. jika:
    a. masa batang diabaikan
    b. massa batang 2 kg
    penyelesaian / pembahasan:
    a. Torsi untuk massa batang yang diabaikan
    Στ = ττ2τ4
    Στ = 10 . 8 . Sin 37 + 20 . 4  + 15 . 2
    Στ = 48 + 80 + 30 = 158 cm.N = 1,58 cm.N

    b. Torsi untuk massa batang 2 kg
    Στ = ττ2 - τwτ4
    Στ = 10 . 8 . Sin 37 + 20 . 4  - 20.3 + 15 . 2
    Στ = 48 + 80 - 60 + 30 = 98 cm.N

    contoh soal torsi / momen gaya soal usbn fisika 2018
    2. Kunci inggris sepanjang 50 cm digunakan untuk memutar sebuah baut dengan gaya sebesar 80 N yang membentuk sudut 53(cos 530  = 3/5) seperti pada gambar.

    Besar momen gaya yang terjadi adalah sebesar
    A. 12 N.m    B. 12√3  N.m       C. 24 N.m   D. 24√2 N.m  E. 32 N.m

    pembahasan dan penyelesaian:
    τ = F . R . cos 53 = 80 . 0,5 . 3/5 = 24 m.N
    Diberdayakan oleh Blogger.